PAKKAT

Pakkat

Pakkat

Nama makanan ini pakkat. Ia dari rotan muda yang diolah dengan membakarnya dan dikenal sebagai makanan selama Ramadhan terutama di kota Medan, Sumatera Utara. Pedagang makanan ini di Medan, saat bulan puasa mampu menjual 600 batang rotan muda yang diolah jadi pakkat.

Dari sudut antropologi, budaya, makanan dipengaruhi lingkungan, geografi juga sejarah. Kalau orang Mandailing makan pakkat karena di tempat mereka tumbuhan rotan ini banyak di hutan. Ketika mendengar pakkat maka pertama teringat bulan puasa. Biasanya, orang-orang Mandailing menambah menu makanann dengan pakkat karena dipercaya sebagai perangsang nafsu makan.

Akan makin nikmat rasanya jika dicampur cabai mentah digiling diberi jeruk nipis dan bawang .merah mentah diiris. Rasa sepat pahit di lidah akan menambah selera makan.

Makanan pakkat saji pilihan, 
hidang sebelah nasi briani;
Nak berangkat, berangkatlah tuan, 
ingat ingatlah kami di sini.

Umar Zein, 2021

Tambahan keterangan

Serawan Jala
Perjuangan Orang tua Suku Batak untuk Pendidikan A...
 

Comments

No comments made yet. Be the first to submit a comment
Already Registered? Login Here
Guest
Monday, 05 December 2022
If you'd like to register, please fill in the username, password and name fields.

By accepting you will be accessing a service provided by a third-party external to https://pantun-kelok.com/