Kain Panjang

Kain-panjang

Kain Panjang

Arti kata kain panjang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kain yang panjang dan tidak dipertemukan kedua ujungnya (biasanya dipakai dengan kebaya,  dan sebagainya). 

Nama lain Kain Panjang adalah Jarik atau Jarit ( Bahasa Jawa). Jarik adalah kain panjang berwarna latar hitam dengan corak batik warna coklat dengan motif batik yang beraneka ragam. Kain sebagai khasanah Batik Tradisional Indonesia seringkali disebut juga jarit. Jarik yang bercorak batik mempunyai maksud bahwa jarik batik adalah kostum yang dipakai para kesatria dalam tradisi budaya Jawa (Pakaian kejawen). Dengan memakai kostum berupa jarik ini diharapkan para pemain mempunyai jiwa ksatria dan berwibawa.
Kain Batik menjadi bermakna dan nyata wujudnya manakala sudah tertuang dalam sehelai kain. Sehelai kain inilah yang oleh orang Jawa disebut tapih atau jarik atau kain panjang. Jarik merupakan kain panjang berbentuk persegi panjang dengan ukuran rata-rata panjang 2 meter hingga 2,5 meter, adapun lebarnya berkisar 1,05 hingga 1,1 meter. Kegunaan awal jarik mulanya adalah untuk penutup anggota badan bagian bawah, sebagaimana busana perempuan Jawa jaman dahulu, atau di masa kini lebih terkenal sebagai salah satu pelengkap padu padan berkebaya.
Aneka filosofi pun mengiringi masing-masing motif jarik, penggunaannya juga disesuaikan dengan motifnya. Misalnya batik Sidomukti yang biasanya digunakan dalam perkawinan. Arti sido dalam Sidomukti itu sendiri adalah jadi, menjadi, terjadi atau terlaksana, dimaksudkan agar segala yang diharapkan menjadi kenyataan. Filosofi senada juga diusung oleh batik Parang Kusumo, dimana kusumo itu sendiri berarti kembang, yang kemudian dimaknai sebagai kembanging ratu, atau untuk gampangnya berarti generasi muda atau keturunan dari raja. Jadi batik jenis ini hanya boleh dipakai oleh anak-anak raja dalam prosesi pernikahan. Ada juga batik Kawung, yang salah satu pengartiannya kembali ke alam suwung (sepi), sehingga di jaman dahulu batik ini dipergunakan sebagai lurup atau kain penutup jenasah.
Berbagai filosofi memang selalu terkandung di tiap-tiap elemen budaya jawa. Bahkan lembaran kain jarik ini pun memiliki makna. Konon kata jarik berarti aja gampang serik, yang artinya jangan mudah iri hati atau sirik. Lembah lembutnya langkah pengguna akibat pemakaian kain ini pun juga tak lepas dari makna. Diharapkan tindak tanduk yang serba tertata, hati-hati berjalan dan tidak terburu-buru.
Kegunaan semula jarik sebagai kain penutup bagian bawah tubuh. Kini tak hanya itu saja fungsinya. Pada zaman sekarang, kain jarik juga digunakan untuk berbagai macam pakaian, baik secara langsung ataupun dipadu dengan lainnya sehingga kelihatan menawan dan menarik.


Kalaulah pandai berkain panjang,
serupa dengan kain sarung;
Kalaulah pandai berinduk semang;
serupa dengan si bunda kandung.

Umar Zein, 2021

Kain Panjang selalu digunakan untuk menggendong bayi, ayunan bayi, taplak meja, selendang, dan penutup mayat bagi umat Muslim

Gemek Seketem: Burung Puyuh Dalam Batik Banyumas
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
 

Comments

No comments made yet. Be the first to submit a comment
Already Registered? Login Here
Guest
Monday, 05 December 2022
If you'd like to register, please fill in the username, password and name fields.

By accepting you will be accessing a service provided by a third-party external to https://pantun-kelok.com/