Gemek Seketem: Burung Puyuh Dalam Batik Banyumas

BATIK-GEMEK-SEKETETEM Batik Gemek Seketem

Gemek Seketem

Kain batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tercatat di UNESCO. Ragam corak dan motif berbeda di tiap daerah dipengaruhi oleh budaya, adat istiadat atau lingkungan setempat. Tidak hanya di tiga kota yang sudah terkenal sebagai penghasil batik, seperti: Solo, Pekalongan dan Yogyakarta; di daerah Kabupaten Banyumas yang lebih dikenal sebagai kota penginyongan dengan makanan khas, mendoan, pun ternyata terdapat sentra kerajinan batik, di daerah Papringan dan Sokaraja.

Motif dan corak batik Banyumas pun beragam, salah satunya adalah motif Gemek Seketem. Motif Gemek Setekem merupakan motif batik yang tergolong dari jenis motif fauna unggas yaitu burung puyuh. Nama Gemek Setekem terdiri dari dua suku kata yang berasal dari bahasa Banyumas yaitu gemek dan setekem, gemek berarti burung puyuh dan setekem berarti sekepal telapak tangan. Jadi Gemek Setekem dapat diartikan menjadi burung puyuh berukuran sekepal telapak tangan. Alasan memilih motif Gemek Setekem diklaim sebagai motif batik khas Banyumas yaitu bahwa motif ini dibuat berdasarkan populasi burung puyuh banyak terdapat di daerah Banyumas dan sekitarnya. (Kajian Estetik dan Simbolik Batik Banyumas,Skripsi AKA Krisnawan, Mhs Seni Rupa UNES)

Kain batik dari sokaraja,
gemek seketem memikat hati;
Bersikap cantik di mana saja,
laksana ritem penuh simpati.

Pensil Kajoe

Tambahan keterangan

Tepung Tawar Melayu
Kain Panjang
 

Comments

No comments made yet. Be the first to submit a comment
Already Registered? Login Here
Guest
Monday, 05 December 2022
If you'd like to register, please fill in the username, password and name fields.

By accepting you will be accessing a service provided by a third-party external to https://pantun-kelok.com/